Proses Endogen, Tenaga dari dalam Bumi

Proses Endogen, Eksogen, dan Ekstraterestrial sebenarnya adalah bagian dari Proses - proses Geomorfik yang telah dibahas sebelumnya. (baca Proses - proses Geomorfik). Nah, untuk melanjutkan pembahasan itu, kita akan mulai dengan mengupas tuntas mengenai Proses Endogen. Here we go!

Proses Endogen adalah pembentukan bentang alam yang disebabkan oleh tenaga dari dalam bumi. Proses Endogen meliputi Diatropisme/Tektonisme dan Vulkanisme.

#Diatropisme/Tektonisme (pembentukan pegunungan dan perbukitan, lembah - lembah, lipatan - lipatan, dan retakan) yaitu proses deformasi besar - besaran di Bumi. Proses ini dibedakan menjadi Epirogenetik dan Orogenetik.

  1. Epirogenetik adalah pengangkatan dan penurunan kontinen atau subkontinen. Atau dengan kata lain Epirogenetik adalah gerak yang dapat menimbulkan permukaan bumi, seolah turun atau naik yang disebabkan karena gerakan di bumi yang lambat dan meliputi daerah yang luas. Gerak Epirogenetik dibedakan menjadi dua yaitu Gerak Epirogenetik Positif dan Gerak Epirogenetik Negatif. Epirogenetik Positif yaitu gerakan permukaan bumi turun dan seolah - olah permukaan air laut naik. Contoh, turunnya pulau - pulau di kawasan Indonesia Timur (Kepulauan Maluku dan Banda). Gerak Epirogenetik Negatif adalah gerak permukaan bumi seolah - olah permukaan bumi naik dan seolah - olah permukaan air laut turun. Contoh, naiknya dataran tinggi Colorado.
  2. Orogenetik yaitu proses pembentukan pegunungan (lipatan, retakan dan patahan). Gerak Orogenetik ini dapat menimbulkan lipatan (fold), patahan (fault) dan kekar.
    Lipatan adalah yaitu gerakan pada lapisan bumi yang tidak terlalu besar dan berlangsung dalam waktu yang lama sehingga menyebabkan lapisan kulit bumi berkerut atau melipat, kerutan atau lipatan bumi ini yang nantinya menjadi pegunungan. Punggung lipatan dinamakan aliklinal, daerah lembah (sinklinal) yang sangat luas dinamakan geosinklinal, ada beberapa lipatan, yaitu lipatan tegak miring, rebah, menggantung, isoklin dan kelopak.
    Patahan adalah gerakan pada lapisan bumi yang sangat besar dan berlangsung yang dalam waktu yang sangat cepat, sehingga menyebabkan lapisan kulit bumi retak atau patah. Bagian muka bumi yang mengalami patahan seperti graben dan horst. Horst adalah tanah naik, terjadi bila terjadi pengangkatan. Graben adalah tanah turun, terjadi bila blok batuan mengalami penurunan.

#Vulkanisme yaitu peristiwa yang sehubungan dengan naiknya magma dari dalam perut bumi. Magma adalah campuran batu-batuan dalam keadaan cair, liat serta sangat panas yang berada dalam perut bumi. Aktifitas magma disebabkan oleh tingginya suhu magma dan banyaknya gas yang terkandung di dalamnya sehingga dapat terjadi retakan-retakan dan pergeseran lempeng kulit bumi.Magma dapat berbentuk gas padat dan cair.

Proses terjadinya vulkanisme dipengaruhi oleh aktivitas magma yang menyusup ke lithosfer (kulit bumi). Apabila penyusupan magma hanya sebatas kulit bumi bagian dalam dinamakan intrusi magma. Sedangkan
penyusupan magma sampai keluar ke permukaan bumi disebut ekstrusi magma.
  1. Intrusi Magma adalah peristiwa menyusupnya magma di antara lapisan batu-batuan, tetapi tidak mencapai permukaan bumi. Intrusi magma dapat dibedakan menjadi empat, yaitu:

    • Intrusi datar (sill atau lempeng intrusi), yaitu magma menyusup diantara dua lapisan batuan, mendatar dan pararel dengan lapisan batuan tersebut.
    • Lakolit, yaitu magma yang menerobos di antara lapisan bumi paling atas. Bentuknya seperti lensa cembung atau kue serabi.
    • Gang (korok), yaitu batuan hasil intrusi magma yang menyusup dan membeku di sela sela lipatan (korok).
    • Diatroma adalah lubang (pipa) diantara dapur magma dan kepundan gunung berapi bentuknya seperti silinder memanjang.
  2. Ekstrusi Magma adalah peristiwa penyusupan magma hingga keluar Permukaan bumi dan membentuk gunung api. Hal ini terjadi bila tekanan Gas cukup kuat dan ada retakan pada kulit bumi . Ekstrusi
    magma dapat di bedakan menjadi :

    • Erupsi linier, yaitu magma keluar melalui retakan pada kulit bumi, berbentukKerucut gunung api.
    • Erupsi sentral, yaitu magma yang keluar melalui sebuah lubang permukaan bumi dan membentuk gunung yang letaknya tersendiri.
    • Erupsi areal, yaitu magma yang meleleh pada permukaan bumi karena letak Magma yang sangat dekat dengan permukaan bumi, sehingga terbentuk kawah gunung berapi yang sangat luas.

    Gunung merupakan merupakan tonjolan pada kulit bumi yang terdiri dari lereng dan puncak. Rangkaian dari gunung-gunung membentuk pegunungan. Gunung dan pegunungan terbentuk karena adanya tenaga endogen. Apabila suatu tempat di permukaan bumi yang pernah atau masih mengeluarkan magma maka terbentuklah gunung berapi. Berdasarkan tipe letusan gunung berapi dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:

    • Gunungapi Strato atau kerucut. Kebanyakan gunung berapi di dunia merupakan gunung berapai
      kerucut. Letusan pada gunung api kerucut termasuk letusan kecil.letusan dapat berupa lelehan batuan yang panas dan cair. Seringnya terjadi lelehan menyebabkan lereng gunugn berlapis - lapis.Oleh karena itu, gunung api ini disebut gunung api strato. Sebagian besar gunung berapi di sumatera, jawa, bali, Nusa Tenggara dan Maluku termasuk gunung api kerucut.
    • Gunung api Maar. Bentuk gunung api maar seperti danau kering. Jenis gunung api maar seperti danau kering. Jenis gunung api maar tidak banyak. gunung berapi ini terbentuk karena ada letusan besar yang membentuk lubang besar pada puncak yang di sebut kawah. Gunung api maar memiliki corong. Contohnya Gunung Lamongan jawa Timur dengan kawahnya
      Klakah.
    • Gunung api Perisai. Di Indonesia tidak ada gunung yang berbentuk perisai. Gunung api perisai contohnya Maona Loa Hawaii, Amerika Serikat. Gunung api perisai terjadi karena magma cair keluar dengan tekanan rendah hampir tanpa letusan. Lereng gunung yang terbantuk menjadi sangat landai.

    Pada Umumnya bentuk gunung berapi di Indonesia adalah strato (kerucut). Gunung berapi yang pernah meletus, umunya berpuncak datar. Oleh karena itu, di Indonesia sering terjadi peristiwa gunung meletus. Magma yang keluar ke permukaan bumi ada yang padat cair dan gas. Material yang digunakan oleh gunung api tersebut, antara lain:

    • Eflata (material padat) berupa lapili, kerikil, pasir dan debu.
    • Lava dan lahar, berupa material cair.
    • Eksalasi (gas) berupa nitrogen belerang dan gas asam.

    Ciri - ciri gunung api yang akan meletus antara lain suhu di sekitar gunung naik, mata air mejadi kering, sering mengeluarkan suara gemuruh, kadang kadang disertai getaran (gempa), tumbuhan di sekitar gunung layu, dan binatang di sekitar gunung bermigrasi. Tanda tanda ini menandakan intrusi magma yang terus mendesak ke permukaan, apabila desakan ini cukup kuat, yang terjadi adalah letusan gunung berapi. Setelah terjadi letusan Gunung itu mengalami istirahat, tetapi aktifitas gunung tersebut masih berlangsung, sehingga suatu saat dapat mengeluarkan suatu tanda tanda aktif kembali. material vulkanik yang terdapat pada gunung berapi setelah meletus (post vulkanik), antara lain terdapatnya sumber gas H2S, H2O,dan CO2 dan sumber air panas atau geiser. Sumber gas ini ada yang sangat berbahaya bagi kehidupan. Bahkan dapat mematikan misalnya yang terjadi pada Kawah Sinila (Dieng) disamping berbahaya, gejala post vulkanik bermanfaat juga bagi kehidupan manusia. Bahkan dapat juga dijadikan objek wisata , Misalnya air panas dan kawah gunung berapi.

5 komentar:

Admin EL_SouL PC mengatakan...

wah ane pernah belajar ini nih...

Science Community Locus mengatakan...

thanks sob, udah comment disini padahal belum jadi loh ni blog, masih diatur 2 and edit . ..

Feddy Hermanto mengatakan...

Perasaan sy dulu di smp gk pernah dapet pelajaran ini deh..apa karena dulu gk pernah ada gempa bumi seperti sekarang ya...BUMI MAKIN TUA..seperti sy

Anonim mengatakan...

penyebab terjadinya epirogenetik positif dan negatif apa?

rini dwi cahyati mengatakan...

keren sob

Poskan Komentar

 
SCL | Artikel Sains | Info Teknologi. Design by Wpthemedesigner. Converted To Blogger Template By Anshul Tested by Blogger Templates.