Birth of The Earth (Terbentuknya Bumi)

Pernah nggak, kita berfikir, gimana ceritanya sampai alam semesta, termasuk bumi dan planet-planet lainnya bisa terbentuk. Lalu, mengapa sampai sekarang belum ditemukan planet yang sama dengan bumi. Kok bisa bumi sebegitu uniknya, sampai-sampai tidak satu pun planet yang menyamai bumi.

Apakah itu terjadi begitu saja??
Atau ada kisah dibalik itu…???

Tulisan berikut ini adalah perjalanan panjang yang disingkatkan dari kelahiran bumi kita hingga ia menjadi planet yang bisa ditinggali manusia dan makhluk hidup lainnya. Juga berupa penjelasan mengenai hal-hal yang menjadi ciri dari bumi.

Tata surya terbentuk oleh tabrakan antara awan dan gas dalam ruang hampa setelah terjadinya peristiwa Big Bang. Akibat dari ledakan itu, mula-mula yang terbentuk adalah matahari, kemudian diikuti oleh terbentuknya planet-planet yang mengelilingi matahari sebanyak 20 planet. Namun, karena terjadinya tabrakan antar planet (karena arah rotasinya berbeda-beda), maka jumlahnya pun semakin sedikit.



Bumi, awalnya adalah sebuah planet yang sangat panas. Kalau dihitung-hitung, suhunya mencapai 4000oC. Tentu saja karena suhu ini, maka belum satupun makhluk hidup yang bisa hidup di bumi. Dengan adanya panas yang terus-menerus itu, maka apapun yang ada di bumi, pasti akan meleleh. Nah, lelehan yang lebih berat, akan tertumpuk ditengah atau dipusat bumi dalam jumlah yang berton-ton. Sedangkan yang lebih ringan tetap berada di atasnya. Bagian yang lebih berat inilah yang kita kenal sebagai inti bumi. Selanjutnya, inti bumi ini membentuk medan magnet pada kutub utara dan selatan bumi.



Matahari yang sangat panas, menghasilkan angin solar yang bisa menabrak planet –planet disekitarnya. Bahkan sampai sekarang, angin solar itu masih tetap ada dan terus menabrak planet-planet yang jaraknya lumayan dekat dengan matahari. Ajaibnya, kita yang ada di bumi, tidak merasakan panas dari angin solar itu. Lalu, mengapa bumi bisa terlindungi?
Jawabannya adalah Inti Bumi.

Medan magnet yang terbentuk, melindungi bumi dari angin solar. Medan magnet itu yang bertugas sebagai perisai bagi bumi dari ancaman-ancaman semacam itu. Kalaupun ada yang menembus, maka akan memantul membentuk aurora di kutub utara dan selatan.

Bulan terbentuk karena terjadinya tabrakan antara bumi dan sebuah planet yang berukuran ½ bumi. Tabrakan itu sangat besar, sehingga planet tersebut pecah berhamburan membentuk partikel-partikel kecil berupa gas dan abu. Karena adanya gravitasi bumi, gas dan abu tersebut berputar dan berotasi terus menerus hingga semakin lama, gas dan abu itu memadat, dan akhirnya membentuk padatan yang sekarang kita kenal sebagai bulan.



Darimana asalnya air di bumi?

Jawabannya adalah Hujan Meteor
Asteroid, semakin jauh jaraknya dengan matahari, maka akan semakin dingi dan mengandung semakin banyak air. Besarnya gravitasi Jupiter, menarik asteroid menuju ke sana. Selama perjalanannya, tabrakan asteroid dengan bumi tidak dapat dihindarkan. Disitulah terjadinya hujan meteor yang membawa air ke permukaan bumi.

Bumi pun menjadi semakin dingin, dan mengandung cukup air untuk menyokong kehidupan. Namun, atmosfer bumi pada saat itu masih sangat tebal, meliputi gas N2, CH4 dan CO2. Tidak adanya oksigen menjadi hambatan kehidupan bagi manusia.

Lalu, apa yang membawa oksigen ke bumi?

Pada masa itu, makhluk yang mampu hidup dalam kondisi tersebut adalah suatu bakteri yang tidak membutuhkan oksigen dalam kehidupannya. Bakteri ini berfotosintesis mengubah CO2 menjadi gas O2. Bacteria itulah yang mengubah gas CO2 sehingga menghasilkan oksigen yang dapat menyokong kehidupan.



Muncullah kehidupan di bumi, termasuk zaman dinosaurus yang kemudian punah akibat suatu ledakan besar, dan 4 milyar tahun kemudian, barulah manusia pertama diturunkan ke bumi.

3 komentar:

Admin EL_SouL PC mengatakan...

wew....
lengkap nih...

Anonim mengatakan...

aseeekkk
wapik ee

Anonim mengatakan...

Sangat bagus

Posting Komentar

 
SCL | Artikel Sains | Info Teknologi. Design by Wpthemedesigner. Converted To Blogger Template By Anshul Tested by Blogger Templates.